Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Add Starynovel to the desktop to enjoy best novels.
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Your cookies settings
Strictly cookie settingsAlways Active
*Di dunia yang memuja penampilan, kecantikan sejati ternyata adalah hak istimewa—bukan untuk semua.*
READING AGE 16+
Angelica Sari
Suspense/Thriller
ABSTRACT
Di kampus elit Veritas, penampilan adalah mata uang. Dan Lira Hartono? Ia tak punya satu pun.
Mahasiswi beasiswa ini pintar, rajin, dan punya otak tajam—tapi di dunia yang memuja kulit putih, tubuh ramping, dan senyum sempurna, ia dianggap “tidak layak”. Dibully oleh teman-teman kaya, ditolak magang hanya karena wajahnya “tidak representatif”, dan selalu jadi bahan tertawaan di koridor. Hingga suatu malam, saat ia nyaris diperkosa oleh preman di gang belakang kantin, seorang pria misterius menyelamatkannya.
Dia adalah Raffi Delgado — putra sulung keluarga mafia paling berkuasa di kota, yang diam-diam mengendalikan sistem pendidikan, bisnis, bahkan politik di balik tirai. Dan dia memberi Lira sebuah tawaran: *“Jika kau ingin dihargai, ubah wajahmu. Kecantikan bukan anugerah—itu hak istimewa. Dan aku bisa memberimu itu.”*
Dalam waktu dua minggu, Lira berubah total. Operasi plastik eksklusif, perawatan kulit mahal, gaya rambut dan make-up profesional — semuanya gratis. Tapi bukan tanpa syarat. Raffi tidak memberi hadiah. Ia memberi senjata.
Ketika Lira kembali ke kampus dengan wajah baru yang memukau, semua orang terpaku. Vania, sang ratu kampus yang selalu meremehkannya, terdiam. Profesor yang dulu mengabaikannya, kini meminta pendapatnya. Bahkan pria-pria yang dulu tak meliriknya, kini mengirim pesan.
Tapi Lira tahu: ini bukan akhir. Ini awal dari permainan besar. Di mana kecantikan adalah topeng, dan privilege adalah senjata. Di mana Raffi Delgado bukan pahlawan—tapi dalang. Dan di mana Lira harus memilih: tetap menjadi korban yang cantik… atau menjadi predator yang cerdas.
*The Real Beauty Is Privilege* adalah kisah gelap tentang transformasi, kekuasaan, dan ilusi keadilan di dunia yang hanya menghargai yang “terlihat sempurna”. Untuk kamu yang percaya bahwa kecantikan adalah hak, bukan anugerah. Untuk kamu yang tahu bahwa di balik setiap senyum manis, ada luka yang tersembunyi.