Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Add Starynovel to the desktop to enjoy best novels.
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Your cookies settings
Strictly cookie settingsAlways Active
peria miskin yang terhina
READING AGE 18+
Darwadi West
Romance
ABSTRACT
bermula dari seorang pemuda desa yang miskin kumuh. sebut saja nama IDAR usia 17 keseharian memancing ikan untuk memenuhi kebutuhan nya sehari-hari bersama ke 2orang tua nya. suatu hari idar mancing di sungai berlipat, (sungai berlipat ialah nama sungai di desa) yang hasil minim sekali cuma ada beberapa ekor saja ikan yang di dapat kan nya.buk Atik, Idar banyak dapat gak ikan nya?idar, ada cuma sedikit bubuk Atik, pantesan lah hidup kamu miskin. mancing gak pintar kerja k perusahan gak lulusidar, udh takdir bubuk Atik. itu bukan takdi. kamu nya aja yang malas mau kerja, coba kamu perhatikan anak saiful. saya teman sekolah kamu udah jadi guru. gak kaya kamu, malas malasan. kalau aku yang jadi Intan ibu mu udh ku usir dari kamu,tutur buk atik kepada Idar yg selalu menyudutkan Idar stiap kali bertemu muka. Idar hanya bisa diam dan senyum pahit meratapi kesedihan nye habis di hina. gak berani berbuat apa-apa. akhir idar pulang ke rumah nya sambil membawa ikan tangkapan nya itu.idar, asalamualaikum buk.ibuk Intan, (ibu nya idar) waalaikum salam.ah Idar adap dapat gak. ada berapa ekor dapat. kok muka monyok, .. tnya buk intan bertubi-tubi ke Idar. idar dgn lesu menggeleng kan kepala sambil menjawab ibu nya.